MTQ & Korupsi
Opini
Semestinya ketika ayat – ayat suci Al-Quran sedang dibacakan oleh ratusan peserta dari berbagai utusan Kabupaten dan kota se Riau di ibukota Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sebagai tuan rumah MTQ ke-44 tingkat provinsi Riau seharusnya menjadi pengunci pintu hati untuk tidak berbuat keburukan di muka bumi ini.
Nauzubillah min zalik. Sangat memalukan sekali, saat sebagai tuan rumah MTQ dan acara sedang berlangsung dan miris pada waktu itu pula pemimpin tertinggi di kabupaten itu Bupati, Sekda pada Selasa (30/6), KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kuansing dan Jakarta dengan mengamankan 10 orang.
Dari 10 orang yang diamankan, lima orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. Mereka terdiri atas tiga pihak swasta, seorang aparatur sipil negara di Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi serta istri Suhardiman, Suci Nitia Edward.
Ketika syiar agama Islam dikumandangkan di Tepian Narosa ketika itu pula kemunafikan terjadi. Syiar Islam melalui MTQ ternyata belum mampu membendung kejahatan dan belum membekas di hati sanubari umat untuk mencegah nahi mungkar.
Tepian Narosa sebagai pusat kegiatan syiar Islam seakan mengamuk dan meluapkan amarah dengan gelombang besar saat ayat – ayat suci dilantunkan tetapi dikotori oleh kelakuan para pemimpin tertinggi di negeri ini. Jalur seakan pecah sedang berpacu. Kompak pendayung hancur lebur melihat kondisi daerah seperti ini. Kesaktian kompak jalur musnah ulah penyakit korupsi.
MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an) ke-44 tingkat Provinsi Riau 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi berlangsung hingga tanggal 3 Juli 2026. Acara ini telah resmi dibuka di kawasan Tepian Narosa, Teluk Kuantan pada 27 Juni 2026 dan dijadwalkan menjadi pusat kegiatan syiar Islam yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Riau.
Sungguh disayangkan ketika helat tahunan tingkat provinsi Riau itu buyar ketika ditempat acaranya para petinggi di daerah ini tersandung korupsi. Tak terbayangkan betapa goyangnya suasana hati para tuan rumah dan para peserta yang datang dari Kabupaten kita se Riau ulah kejadian yang buruk dalam catatan korupsi di bumi Lancang Kuning ini.
Lalu dimana ditaruh muka ini? Baik kepada para peserta MTQ se Riau. Yang tak kala penting dimana dihadapkan mukamu wahai para pemimpin ketika mempertanggung jawabkan kehadapan sang khalik terhadap kesalahan ketika kamu memegang kuasa?
Korupsi Gubernur Riau Abdul Wahid masih belum tuntas timbul pula kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang menyeret Bupatinya dan Sekda. Memang mau seperti apalagi prilaku para pejabat di negri ini yang setiap saat tersangkut pada kasus yang bernama korupsi. Sudah berapa banyak jumlah Gubernur Riau yang tersangka dalam kasus korupsi belum ditambah dengan Bupati dan Walikota se Riau yang juga tersangka korupsi.
Penulis adalah Alumni Sosiologi UNRI yang tinggal di Riau






